Kenaikan Harga BBM

Kenaikan harga BBM yang dianggap lebih baik dari pada pembatasan penggunaan BBM bersubsidi menuai pro kontra. Di satu sisi, pemerintah menganggap bahwa menaikkan harga BBM bersubdi merupakan sebuah keniscayaan sedangkan di sisi lain ada yang berpendapat bahwa menaikkan harga BBM bersubsidi dianggap kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.

Dalam forum-forum diskusi yang kita lihat di televisi, misalnya, terlihat jelas betapa dahsyatnya serangan-serangan yang diajukan pihak-pihak yang kontra dengan kenaikan harga BBM bersubsidi. Segala argumen dilontarkan sehingga kelompok kontra ini terlihat paling mengerti dengan persoalan BBM dengan segala detilnya.

Buat saya, bila yang diperdebatkan adalah subsidi BBM, maka argumen-argumen yang dikemukakan oleh kelompok kontra terlihat sangat logis dan demikianlah adanya. Oleh karena itu, sebaiknya pemerintah tetap berpegang pada argumen bahwa subsidi harga BBM adalah salah sasaran. Perdebatan harus digeser dari subsidi BBM menjadi Subsidi BBM untuk sopir kendaraan umum dan para nelayan misalnya. Dengan demikian, ketakutan pemerintah dianggap tidak pro rakyat dapat berkurang.Bila ini dilakukan, tidak ada yang boleh mengatakan bahwa pemerintah tidak pro rakyat miskin.

Maksud saya, jualah BBM dengan harga keekonomian dan berikanlah subsidi untuk membeli BBM kepada para Nelayan yang memerlukan BBM dan para supir kendaraan umum yang melakukan tugasnya. Selain itu siapkan pekerjaan-pekerjaan ringan semisal membersihkan lingkungan yang bisa dibayar dengan uang kompensasi pengganti Bantuan Tunai Langsung seperti selama ini.

Bagaimana mengimplementasikan ide ini memang memerlukan pengkajian lebih mendalam.