Siapa Yusuf

CAM00093

Nama saya Yusuf. Tapi waktu mau lulus SD, guru saya bilang, “nama kamu terlalu pendek untuk ditulis di STTB”. Oleh karena itu nama saya sekarang adalah Yusuf Efendy.

Proses penambahan nama itu sebenarnya senang juga untuk diceritakan. Tapi karena keterbatasan tempat, saya tidak menceritakannya disini. Bagi yang ingin tahu ceritanya, kirimkan saja email, nanti saya ceritakan semuanya. he…5x

Saya lahir di Pontianak. Tapi saya tidak ingat apa-apa tentang Pontianak. Yang saya tahu tentang Pontianak hanyalah sebatas ibu kota Kalimantan Barat. Saya lahir di Pontianak, karena ibu saya kebetulan dari sana. Alhamdulillah, akhirnya pada akhir tahun 2010 saya diajak bu Yuke dari Puskurbuk untuk mengikuti kegiatan Pendidikan Karakter bagi Guru-guru di Kabupaten Landak Kalimantan Barat. Dengan mengundurkan jadwal pulang selama 1 hari, saya sempat menelusuri saudara-saudara sepupu saya di Kalbar.

Ayah saya sendiri berasal dari Padang Sumatra Barat, lebih detilnya dari Maninjau. Kalau anda tahu Maninjau, ex-rumah ayah saya tidak jauh dari museum Buya Hamka yang sekarang ada di sana. Saya sendiri tahu Padang setelah saya dapat kesempatan menjadi petugas survey nasional SMP Terbuka (proyeknya guru sayaProf. Dr. Dedi Supriyadi (alm.) ketika saya kuliah S2 di UPI Bandung tahun 2002). Saya sendiri waktu itu ditugaskan ke Propinsi Jambi. Setelah selesai melaksanakan tugas, waktu yang tersedia, saya manfaatkan untuk pergi ke Padang, lanjut kePekanbaru dan Dumai Propinsi Riau.

Karena Ibu saya dari Kalimantan Barat, Ayah saya dari Sumatra Barat, Waktu Kecil tinggal di Lampung Barat, SMA di Jawa Barat, dan Sekarang tinggal dan mencari nafkah di Jawa Barat, maka kalau memperkenalkan diri saya suka bilang bahwa saya orang “Barat” ha..ha..ha…ha..ha..

Dengan profesi saya, saya sudah tahu dan pernah ke Jambi, Padang, Maninjau, Dumai, Pekanbaru, Tual, Ambon, Makassar, Bangkinang, Bima, Surabaya, Bali, Yogyakarta, Semarang, dan Kupang. Dan sekarang pengalaman saya sudah bertambah. Saya pernah ke Mataram, Ngabang, Singkawang, Sambas, Pontianak, Palembang, dan Singapura (yang ini narsis dikit, hehehehe)

Saya lahir pada hari Minggu tanggal 2 February 1964. Tapi di ijazah saya tertulis tanggal 12. Biasa.. ini kesalahan guru saya menuliskan tanggal lahir. Jadilah akhirnya, setiap kali saya diminta untuk menuliskan tanggal lahir, saya menuliskan tanggal 12., karena di dokumen resmi saya memang tertulis seperti itu.

Saya dibesarkan di desa Simpang Sari Kecamatan Sumber Jaya Kabupaten Lampung Barat. Dulu sih waktu kecil, kecamatan saya termasuk Kabupaten Lampung Utara. Saya tinggal di kampung ini sampai lulus SMP. Sedangkan masa SMA saya, dilalui di desa Awipari Kecamatan Cibeureum Kabupaten Tasikmalaya. Waktu gunung Galunggung meletus, kebetulan saya sedang sekolah di Tasik. Dan pada hari Minggu 2 Februari 2014, persis di hari dan tanggal lahir saya, saya melihat di TV beberapa korban meninggal karena awan panas letusan gunung Sinabung.

Saya kuliah di IAIN Ciputat. Sekarang namanya UIN. Prof. Azyumardi Azra yang terkenal itu pernah mengajar saya di tingkat I. Waktu itu sih beliau belum lama lulus S1. Tapi memang, kecerdasannya sudah terlihat sedari dulu.

Alhamdulillah, saya juga lulus dari S2 UPI Bandung (Universitas Pendidikan Indonesia). Tapi, kalau cerita kuliah di UPI, sebenarnya saya malu. Memang sih, saya masuk ke UPI karena saya dapat beasiswa setelah menjadi guru teladan tingkat Propinsi Jawa Barat. Tapi saya menyelesaikan kuliah saya dalam waktu 7 tahun!!! Itupun setelah saya diancam DO beberapa kali. Sebenarnya sih, kuliah saya selesai dalam waktu 2 tahun, tapi karena thesis saya tidak saya tulis, jadilah saya tidak selesai-selesai. Waktu saya mulai tergerak untuk menulis, waktu sudah berlalu 5 tahun, meskipun sebenarnya thesis saya saya kejakan dalam waktu 3 bulan. Ya… begitulah hidup yang harus saya lalui.

Berdasarkan SP yang saya terima tanggal 12 Juli 2014, mulai awal tahun pelajaran 2014/2015 Saya harus melaksanakan tugas di SMAN 2 Depok. Sebelumnya saya adalah Guru SMAN 7 Depok. Karena alasan psikologis saya melaksanakan tugas di SMAN 8 Depok, sambil menunggu kesempatan untuk alih tugas menjadi Pengawas. Sebelum itu saya menjadi Kepala SMAN 7 Depok. Saya diangkat menjadi Kepala SMAN 7 Depok tahun pelajaran 2010/2011, dan berhenti pada akhir tahun pelajaran 2012/2013.  Sebelumnya, saya mengajar Bahasa Inggris di SMAN 3 Depok sejak tahun 1990. Alhamdulillah, saya sudah lulus sertifikasi dan saya sudah menikmati tunjangan profesi yang besarnya sama dengan gaji pokok perbulan. Sampai saat ini saya sudah menerima untuk pembayaran mulai bulan April 2008-Maret 2016.

Saya tinggal di Perumahan PEMDA (Bumi Cibinong Endah) bersama istri (Sulastri Mashudi) dan anak-anak saya (Dian Firdaus Ahadi & M. Adli Kurniawan). Istri saya juga alhamdulillah seorang guru. Dia mengajar di SMPN 2 Cibinong dekat kami tinggal. Anak saya sebenarnya 3 orang, tapi yang bungsu (Muhammad Ibnu Yusuf)meninggal dunia karena Flu Burung pada tanggal 27 Januari 2008 bertepatan dengan meninggalnya mantan Presiden Soeharto. Kalau anak saya masih ada, tahun 2016 ini dia akan masuk Perguruan Tinggi alias kuliah.

O ya, anak saya yang pertama  lulus dari Politeknik Negeri Jakarta program D4 dan sekarang bekerja di P.T. Beprof . Karena pekerjaannya, dia juga punya kesempatan untuk pergi ke luar kota. Sepengetahuan saya, dia sudah pergi ke Bandung, Cilegon, Gresik, Pangkal Pinang, Batam, Palembang, Singapore, Malaysia, dan Bangkok. Tanggal 2 Maret 2014, anak saya melangsungkan pernikahannya di Mesjid Bani Umar, tidak jauh dari Polsek Pondok Aren. Kebetulan istrinya, Lina Zahirah yang kebetulan teman kuliahnya di PNJ dulu  tinggal di Perumahan Graha Raya Serpong Utara. Sekarang mereka tinggal di Perumahan Bintaro Residence, Serua Indah, Ciputat, Tangerang Selatan. Usut punya usut, mereka bertetangga dengan teman saya kuliah dulu, yang sekarang menjadi salah seorang Ketua Program Studi di almamater kami, Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta.

Sedangkan anak saya yang nomor dua  kuliah juga di Politeknik Negeri Jakarta. Dia baru saja pulang dari Study Tour ke Bali Lombok dari kampusnya, dan mulai pertengahan Februari 2014 dia melaksanakan PKL alias magang di Bank Mandiri Cabang Bogor selama 2 s.d. 3 bulan. Akhirnya, selesai juga kuliahnya di PNJ setelah mengikuti Ujian Tugas Akhir, pada hari Kamis, 14 Agustus 2014. Dia sekarang bekerja di Standard Charter Bank Jakarta.

Kenapa anak-anak saya masuk ke PNJ? saya arahkan? Tidak. Itu murni keinginan dan pilihan mereka. Hanya saja, ketika anak-anak saya minta uang untuk ikut seleksi jalur PMDK di PNJ, pertanyaan saya kepada mereka adalah, Kalau lulus apakah mereka akan mengambil pilihan mereka. Ketika mereka menjawab “akan”, maka saya mengijinkan mereka untuk seleksi. Ketika mereka dinyatakan diterima, maka saya tidak mengijinkan mereka untuk mencoba di tempat lain. Begitu ceritanya.

Untuk meringankan biaya pendidikan yang harus saya pikul, anak-anak saya bersekolah di SMP bersama ibunya dan di SMA bersama saya ayahnya. Dengan begitu alhamdulillah, kami tidak diminta untuk membayar uang sekolah. Kami hanya membelikan anak seragam sekolah, buku-buku pelajaran dan uang jajan saja.

Oh ya, saya bukan berasal dari keluarga kaya. Saya dari keluarga miskin. Karena saking miskinnya, waktu saya minta melanjutkan sekolah ke Tasik, almarhumah ibu saya menangis karena dia tidak punya uang, sedangkan almarhum ayah saya waktu itu entah dimana. Lebih sedih lagi ibu saya ketika mendengar ancaman saya bahwa saya akan tetap pergi meskipun tidak dibiayai. Oleh karena itu, saya ingat meskipun saya hanya mendapatkan kiriman uang Rp. 15.000/bulan untuk semua kebutuhan, saya tetap happy. Bandingkan dengan teman-teman saya yang mendapat kiriman uang saja Rp. 60.000/bulan ditambah kiriman beras dan lauk pauk secukupnya. Lucunya, hampir semua teman saya akan berwajah layu ketika sudah tanggal tua, sedangkan saya tetap ceria.

Waktu kuliah di Ciputat, saya terpaksa harus sambil bekerja. Mending kalau kerjanya agak bonafid. Saya bekerja di percetakan mulai pukul 5 sore sampai pukul 12 malam. Gajinya Rp. 1.000 per hari. Alhamdulillah, mulai tingkat II saya bisa cari tambahan dengan memberikan les private kepada anak-anak dosen saya.

Sekarang saya sudah menjadi mantan Ketua DKM, Ketua RT., dan Ketua RW. di lingkungan tempat saya tinggal. Saya juga sudah menjadi mantan Ketua MGMP Bahasa Inggris SMA Kota Depok. Disamping itu saya juga merupakan mantan Kepala SMA Pribadi Depok milik kerjasama yayasan orang Turki dengan yayasan orang Indonesia. Yang paling baru, saya juga sudah menjadi mantan Guru SMAN 3 Depok dan mantan Kepala SMAN 7 Depok.

Yang sekarang saya tekuni adalah tugas menjadi guru sambil mengajar di STKIP Purnama, dan sekali-diminta untuk menjadi Fasilitator Bintek KTSP SMA oleh sekolah-sekolah yang sudah mengenal saya. Terima kasih untuk Direktorat Pembinaan SMA KEMENDIKNAS yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk menjadi salah seorang fasilitator Bintek (Bimbingan Teknik) KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) SMA, sehingga saya bisa pergi ke beberapa Kota yang saya sebutkan di atas.

Alhamdulillah saya pun sekali-kali diajak dalam kegiatan pendidikan karakter yang dilaksanakan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan KEMENDIKNAS. Terimaka kasih untuk teman-teman di Puskur, terutama untuk Ibu Yuke.

Yang terakhir, saya juga diajak mengikuti kegiatan yang diadakan oleh P4TK Bahasa KEMENDIKNAS. Terima kasih untuk teman-teman disana, terutama untuk Ibu Elina, Bapak Djodi, dan Bapak Fathur serta teman-teman lain. Pada akhir 2015 s.d. awal 2016, saya ikut kegiatan penulisan buku/modul pembelajaran pasca UKG (Uji kompetensi Guru).

Bila anda adalah salah seorang yang mengenal saya, baik anda teman kecil saya, teman SMP atau teman SMA saya, atau anda adalah salah seorang murid saya dulu, saya akan sangat senang bila anda mau mengirimkan alamat email atau nomor telepon yang dapat saya hubungi.

Untuk teman-teman guru, terutama guru Bahasa Inggris, saya buat blog ini agar kita dapat saling bantu. Saya akan mencoba memposting artikel-artikel yang ada di Jakarta Post yang menurut saya sebaiknya kita baca. Saya juga sedang mencoba mengumpulkan teks-teks yang saya klasifikasi berdasarkan genre-genre yang harus kita ajarkan kepada anak-anak. Kalau teman-teman punya sesuatu yang bagus untuk dishare atau punya usul, silakan hubungi yusufe@cbn.net.id atau yusufe85@gmail.com

Bila anda adalah orang yang ingin memanfaatkan internet untuk mencari rizqi halal, silakan klik…(ma’af, gara-gara saya menuliskan link dimaksud disini, blog saya sempat diblokir sama admin). Jadi saya akan memberitahukannya lewat e-mail saja. Itupun bila anda menginginkannya.

Mohon maaf untuk semua yang membaca tulisan ini, tolong tuliskan komentar anda di kolom yang telah disediakan.

Terima kasih.

Yusuf Efendy

Catatan:

Komentar pertama Anda akan muncul setelah di-approaved alias mendapat persetujuan.

Siswa SMAN 2 Depok yang telah memberikan komentar, harap klik disini.

Advertisements

1,533 thoughts on “Siapa Yusuf

  1. Assalamualaikum pak , menurut saya cerita hidup bapak sangat mengispirasi saya. Setelah saya membaca cerita hidup bapak saya merasa bersyukur dan bertekad untuk terus belajar

    106214

Silakan tulis komentar anda di kolom yg disediakan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s