Kenaikan Harga BBM

Kenaikan harga BBM yang dianggap lebih baik dari pada pembatasan penggunaan BBM bersubsidi menuai pro kontra. Di satu sisi, pemerintah menganggap bahwa menaikkan harga BBM bersubdi merupakan sebuah keniscayaan sedangkan di sisi lain ada yang berpendapat bahwa menaikkan harga BBM bersubsidi dianggap kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.

Dalam forum-forum diskusi yang kita lihat di televisi, misalnya, terlihat jelas betapa dahsyatnya serangan-serangan yang diajukan pihak-pihak yang kontra dengan kenaikan harga BBM bersubsidi. Segala argumen dilontarkan sehingga kelompok kontra ini terlihat paling mengerti dengan persoalan BBM dengan segala detilnya.

Buat saya, bila yang diperdebatkan adalah subsidi BBM, maka argumen-argumen yang dikemukakan oleh kelompok kontra terlihat sangat logis dan demikianlah adanya. Oleh karena itu, sebaiknya pemerintah tetap berpegang pada argumen bahwa subsidi harga BBM adalah salah sasaran. Perdebatan harus digeser dari subsidi BBM menjadi Subsidi BBM untuk sopir kendaraan umum dan para nelayan misalnya. Dengan demikian, ketakutan pemerintah dianggap tidak pro rakyat dapat berkurang.Bila ini dilakukan, tidak ada yang boleh mengatakan bahwa pemerintah tidak pro rakyat miskin.

Maksud saya, jualah BBM dengan harga keekonomian dan berikanlah subsidi untuk membeli BBM kepada para Nelayan yang memerlukan BBM dan para supir kendaraan umum yang melakukan tugasnya. Selain itu siapkan pekerjaan-pekerjaan ringan semisal membersihkan lingkungan yang bisa dibayar dengan uang kompensasi pengganti Bantuan Tunai Langsung seperti selama ini.

Bagaimana mengimplementasikan ide ini memang memerlukan pengkajian lebih mendalam.

 

Advertisements

Pisah Ranjangnya Golkar-Demokrat

Golkar ngambek setelah poin penting proposal koalisinya dengan Demokrat belum disetujui. Keinginan Golkar untuk mengajukan hanya satu nama (JK) sebagai cawapresnya SBY ditolak halus oleh Demokrat dengan meminta lebih dari satu nama. Kontan saja Golkar memutuskan sepihak pembicaraan koalisinya dengan Demokrat.

Golkar rupanya belum belajar dari pengalaman. Bukankah dulu JK tidak diusung oleh Golkar? Bukankah JK dulu dianggap mbalelo oleh Golkar?

Saya berharap bila SBY masih ingin merangkul Golkar, SBY bisa menggandeng Akbar Tanjung sebagai cawapres. Jangan perdulikan Golkar saat ini karena saya yakin bila Akbar Tanjung terpilih sebagai Wakil Presiden, maka Golkar akan mendukung Akbar Tanjung. Bukankah begitu yang dilakukan Golkar pada Pilpres 2004?

Fatwa MUI

Majelis Ulama Indonesia (MUI) baru saja mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa merokok itu hukumnya haram bagi anak-anak, wanita hamil, dan di tempat umum.

Menurut saya fatwa ini cukup fair karena MUI jelas masih memperhatikan dan mempertimbangkan faktor ekonomi, sosial, budaya, politik dan lain-lain. Oleh karena itu, muslim yang baik tentu saja harus mematuhi fatwa ini. Kan yang haram kalau ngerokoknya  di tempat umum. He..he..

Fatwa haram untuk Golput, awalnya saya menduga agak bermuatan politis. Tapi, setelah dipikir-pikir sepertinya inilah cara ulama memberikan sumbangsihnya untuk peningkatan demokrasi di Indonesia. Kan kalau Golput ga haram, terus yang memilih pemimpin cuma 20% pemilih, dan pemenangnya memperoleh 50% + 1, maka ga lucu kalau negara dipimpin oleh orang yang memiliki legalitas rendah.